Diberdayakan oleh Blogger.
ASRAMA UPTODATE
10.25
Kota Madiun - Pimpinan Daerah
Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun menyelenggarakan bakti sosial , (29/11/2014). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati milad Nasyiatul Aisyiyah yang ke 86. Bakti sosial
tersebut ditempatkan SMPN 3 Kere Kab. Madiun Desa Bolo Bodag Kec. Kere
Kabupaten Madiun. Daerah tersebut berada di kaki gunung Wilis.
Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun Selenggarakan Bakti Sosial
Written By pa-ponpes-muhammadiyah-madiun on Desember 02, 2014 | 10.25
![]() |
| persiapan bakti Sosial |
Bantuan yang telah di berikan kepada para warga adalah 25 kardus
pakaian, buku dan alat tulis, sejumlah 50 KG beras paket sembako,
sejumlah uang bantuan sebesar Rp. 4.800.000 dan pemeriksaan gratis oleh
tim dari RS Islam Siti Aisyah Kota Madiun. Alhamdulillah acara baksos
ini mendapat sambutan baik dari PDM, Laziz serta sejumlah wali murid
KB/TK Aisyiyah. Semoga dapat membawa berkah bagi kita semua. Amiin (saif/wahyudian/sp) dikutip dari laman sang pencerah
foto-foto Lain
![]() |
| penyerahan bantuan |
![]() |
| persiapan Pengemasan Semabako |
![]() |
| Pengobatan Gratis |
Labels:
Berita,
Muhammadiyah,
Muhammadiyah madiun,
News artikel,
Panti asuha
10.11
Ulil Menunggu Blusukan Jokowi ke Markas FPI
Dikutip dari laman REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Front Pembela Islam (FPI) yang
mengangkat gubernur DKI tandingan lantaran tidak suka dengan Gubernur
Ahok mendapat reaksi dari masyarakat. Tindakan FPI yang mengangkat
Fahrurrozi Ishaq sebagai gubernur secara sepihak dinilai sebagai ancaman
demokrasi.
Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla mengkritik ulah FPI itu. "Gubernur tandingan? Komedi apalagi ini?" ujarnya melalui akun Twitter, @ulil.
Menurut Ulil, melihat fenomena FPI yang semakin sering turun ke jalan, sebaiknya Presiden Jokowi untuk turun tangan menyelesaikan masalah. "Kita tunggu bagaimana pemerintah Jokowi menghadapi problem FPI ini. Mestinya dia bisa atasi," ujar Ulil.
Politikus Partai Demokrat tersebut mengharapkan agar Jokowi berani mendatangi markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat. Tujuannya untuk mencari solusi tentang masa depan organisasi yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab tersebut.
"Apakah Jokowi akan "blusukan" ke Petamburan untuk dialog dg FPI? Atau akan pakai jalur hukum u/ bubarkan ormas ini? Kita tunggu," katanya.
Ulil merasa heran mengapa hingga kini Jokowi belum memberikan respon maupun komentar terhadap FPI. "Hingga sekarang kita belum mendengar komentar Jokowi soal FPI yg terus-menerus mengganggu Ahok. Kita tunggu."
Pun dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang belum bersikap dalam menghadapi persoalan FPI. "Pak Tjahjo sbg Mendagri kemaren sempat bikin kejutan dg isu KTP. Kita tunggu aksinya untuk mengatasi problem FPI," kata Ulil.
Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla mengkritik ulah FPI itu. "Gubernur tandingan? Komedi apalagi ini?" ujarnya melalui akun Twitter, @ulil.
Menurut Ulil, melihat fenomena FPI yang semakin sering turun ke jalan, sebaiknya Presiden Jokowi untuk turun tangan menyelesaikan masalah. "Kita tunggu bagaimana pemerintah Jokowi menghadapi problem FPI ini. Mestinya dia bisa atasi," ujar Ulil.
Politikus Partai Demokrat tersebut mengharapkan agar Jokowi berani mendatangi markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat. Tujuannya untuk mencari solusi tentang masa depan organisasi yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab tersebut.
"Apakah Jokowi akan "blusukan" ke Petamburan untuk dialog dg FPI? Atau akan pakai jalur hukum u/ bubarkan ormas ini? Kita tunggu," katanya.
Ulil merasa heran mengapa hingga kini Jokowi belum memberikan respon maupun komentar terhadap FPI. "Hingga sekarang kita belum mendengar komentar Jokowi soal FPI yg terus-menerus mengganggu Ahok. Kita tunggu."
Pun dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang belum bersikap dalam menghadapi persoalan FPI. "Pak Tjahjo sbg Mendagri kemaren sempat bikin kejutan dg isu KTP. Kita tunggu aksinya untuk mengatasi problem FPI," kata Ulil.
10.05
Jangan Remehkan Ayat Alquran Ini
Oleh: Saiful Bahri
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika ada yang berani tidak sependapat dengan kalimat pada judul di atas, berarti ia tidak yakin dengan takdir Allah SWT. Judul di atas adalah firman Allah SWT. Dalam surah al-Insyirah (Alam Nasyrah) ayat kelima dan keenam. “Karena, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS al-Insyirah: 5-6).
Kalimat itu diulang sampai dua kali secara berurutan. Memang, tidak ada yang mesti diragukan dari firman Allah SWT. Dalam Alquran (La raiba fih), dengan demikian, jika suatu kalimat diulang sampai dua kali, itu berarti penegasan yang kuat dan sangat meyakinkan.
Dalam realitanya, banyak orang di banyak kesempatan menganggap kesulitan dan kesusahan seakan tak pernah hilang dan sirna. Padahal, jika dipahami dari tekstual ayat di atas, kesulitan akan selalu beriringan dengan kemudahan. Juga, sebaliknya, kemudahan pasti selalu menyertai kesulitan. Dua variabel ini dinilai tidak akan pernah tidak bersama. Karena, secara bahasa dan pemahaman bahwa kemudahan antonim dari kesulitan.
Dalam suatu kondisi sulit yang dihadapi seseorang, sejatinya terdapat kemudahan dalam kesempatan yang sama. Hal itu bisa dipahami dari perenungan sembari selalu mengingat kebesaran dan ketentuan Allah SWT. Bahwa, Gusti Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Jika ternyata kezaliman itu benar-benar wujud, berarti hamba itulah yang menzalimi dirinya sendiri (QS Yunus: 44).
Setiap kesulitan pasti disertai dengan kemudahan. Jika itu diyakini sudah pasti bertemu kemudahan yang dimaksud. Katakanlah, seseorang sedang menghadapi masalah ekonomi alias kesulitan uang. Andai saja ia merenung dan mengingat nikmat Allah SWT, selain uang yang menjadi masalahnya, sudah pasti ia akan terus mengucapkan alhamdulillah di setiap saat sebagai rasa syukur kehadirat Allah SWT yang nikmatnya tidak akan pernah terkira dan terhingga (QS an-Nahl: 18).
Dengan apa ia hidup? Bukankah ia masih bisa bernapas dan bergerak secara dinamis dan teratur disebabkan nikmat Allah SWT yang tak terhingga nilainya jika diuangkan itu? Maukah ia membandingkan harga segala curahan nikmat itu dengan uang yang dibutuhkan saat ia memerlukan? Sanggupkah ia membayarnya kepada si-Empunya segala nikmat tersebut? Berapakah harganya? Niscaya, ia tidak akan dapat membayarnya!
Bersyukur dan bersabar sudah pasti akan mendatangkan fadilah (keutamaan) dalam hidup dan diyakini sebagai usaha menjemput ridha Allah SWT. Bagaiman nasib kita di dunia dan di akhirat jika Allah SWT tidak ridha dengan kita? Mana yang lebih menjadi masalah jika dibandingkan dengan tidak punya uang? Itu pun, mungkin hanya sekejap. Karena, pertolongan Allah SWT pasti akan datang. Sekali lagi, Allah SWT sama sekali tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Wallahu'alam.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika ada yang berani tidak sependapat dengan kalimat pada judul di atas, berarti ia tidak yakin dengan takdir Allah SWT. Judul di atas adalah firman Allah SWT. Dalam surah al-Insyirah (Alam Nasyrah) ayat kelima dan keenam. “Karena, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS al-Insyirah: 5-6).
Kalimat itu diulang sampai dua kali secara berurutan. Memang, tidak ada yang mesti diragukan dari firman Allah SWT. Dalam Alquran (La raiba fih), dengan demikian, jika suatu kalimat diulang sampai dua kali, itu berarti penegasan yang kuat dan sangat meyakinkan.
Dalam realitanya, banyak orang di banyak kesempatan menganggap kesulitan dan kesusahan seakan tak pernah hilang dan sirna. Padahal, jika dipahami dari tekstual ayat di atas, kesulitan akan selalu beriringan dengan kemudahan. Juga, sebaliknya, kemudahan pasti selalu menyertai kesulitan. Dua variabel ini dinilai tidak akan pernah tidak bersama. Karena, secara bahasa dan pemahaman bahwa kemudahan antonim dari kesulitan.
Dalam suatu kondisi sulit yang dihadapi seseorang, sejatinya terdapat kemudahan dalam kesempatan yang sama. Hal itu bisa dipahami dari perenungan sembari selalu mengingat kebesaran dan ketentuan Allah SWT. Bahwa, Gusti Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Jika ternyata kezaliman itu benar-benar wujud, berarti hamba itulah yang menzalimi dirinya sendiri (QS Yunus: 44).
Setiap kesulitan pasti disertai dengan kemudahan. Jika itu diyakini sudah pasti bertemu kemudahan yang dimaksud. Katakanlah, seseorang sedang menghadapi masalah ekonomi alias kesulitan uang. Andai saja ia merenung dan mengingat nikmat Allah SWT, selain uang yang menjadi masalahnya, sudah pasti ia akan terus mengucapkan alhamdulillah di setiap saat sebagai rasa syukur kehadirat Allah SWT yang nikmatnya tidak akan pernah terkira dan terhingga (QS an-Nahl: 18).
Dengan apa ia hidup? Bukankah ia masih bisa bernapas dan bergerak secara dinamis dan teratur disebabkan nikmat Allah SWT yang tak terhingga nilainya jika diuangkan itu? Maukah ia membandingkan harga segala curahan nikmat itu dengan uang yang dibutuhkan saat ia memerlukan? Sanggupkah ia membayarnya kepada si-Empunya segala nikmat tersebut? Berapakah harganya? Niscaya, ia tidak akan dapat membayarnya!
Bersyukur dan bersabar sudah pasti akan mendatangkan fadilah (keutamaan) dalam hidup dan diyakini sebagai usaha menjemput ridha Allah SWT. Bagaiman nasib kita di dunia dan di akhirat jika Allah SWT tidak ridha dengan kita? Mana yang lebih menjadi masalah jika dibandingkan dengan tidak punya uang? Itu pun, mungkin hanya sekejap. Karena, pertolongan Allah SWT pasti akan datang. Sekali lagi, Allah SWT sama sekali tidak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya. Wallahu'alam.
09.30
Menurut
hemat penulis, pendapat pertama di atas lebih kuat, meskipun mayoritas
ulama dulu (seperti: al-Syâfi’i, Malik, Abu Hanifah) menyatakan tetap
dishalatkan dan didoakan karena bagaimana pun dia tetap muslim meskipun
dia berdosa besar karena meninggalkan shalat, sedangkan sebagai fardlu kifâyah, kewajiban kita kepada sesama muslim adalah menyalatkannya
Bagaimana Hukum Men-sholatkan Jenazah Orang Yang Tidak Shalat, Bolehkah ?
Bagaimana Hukum Menyalatkan Jenazah Orang Yang Tidak Shalat, Bolehkah?
oleh: Syakir Jamaluddin, M.A.
( Anggota Mejlis Tabligh PP Muhammadiyah /
Dosen FAI & Ketua LPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta )
Dosen FAI & Ketua LPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta )
Sebelum membahas masalah ini, ada baiknya kita bahas:
Hukum Meninggalkan Shalat.
Bagi
muslim yang sudah terkena kewajiban shalat karena sudah baligh dan
berakal, kemudian meninggalkan shalat dengan sengaja, dihukumi syirik dan kufur.
Nabi saw. pernah bersabda:
بَيْنَ الرَّجُلِ (الْعَبْدِ) وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
"(Yang memisahkan) antara seorang (hamba mu’min) dengan syirik dan kekufuran ialah meninggalkan shalat." (HSR. Muslim, al-Tirmidzi, al-Nasâ’i dan Ahmad dari Jabir ra.)
بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ تَرْكُ الصَّلاَةِ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
"(Beda)
antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) itu, ialah: meninggalkan
shalat. Maka barangsiapa meninggalkannya, sungguh ia telah kufur." (HHR. Ahmad, al-Bazzâr dari Buraydah)
Bagaimanapun
juga, shalat merupakan ibadah/penyembahan kepada Allah SWT sehingga
jika orang yang mengaku beriman sengaja meninggalkan shalat, lalu siapa
yang ia sembah? Itulah sebabnya Nabi menyamakannya dengan syirik
(menyembah kepada selain Allah) dan kufur (pengingkaran terhadap
kewajiban) atau kufur 'amali, meskipun bukan kafir hakiki. Bagi orang seperti ini harus dinasehati dengan baik supaya mau segera bertaubat.
Melihat
hukum dan kedudukan shalat di atas, maka seorang muslim yang sudah
bersaksi atas nama Allah dan Rasul-Nya, tidak boleh lagi dengan sengaja
meninggalkan shalat tanpa ‘udzur yang diperkenankan Syari’at. Muslim
yang dengan sengaja meninggalkan shalat atau melalaikannya, maka dia
berdosa besar dan tidak akan mungkin bisa mengqadla’ (mengganti) shalatnya selamanya. Tapi kalau tidak shalat karena benar-benar lupa atau tertidur, maka kata Nabi saw:
مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ
“Siapa yang lupa satu shalat maka hendaklah segera ia shalat bila ia mengingatnya. Tidak ada denda baginya kecuali hanya itu.” (HSR. Al-Bukhâri, 1/155, dari Anas ra.)
Itulah
sebabnya sebagian ulama (seperti: Imam Ahmad, dan mayoritas ulama
sekarang, antara lain: Lajnah al-Dâ’imah Saudi, Pusat Fatwa di bawah
bimbingan Dr. ‘Abdullah al-Faqîh, al-Albâni) menyatakan bahwa muslim
yang sengaja tidak shalat karena memang bermaksud menolak kewajiban
–bukan karena malas—hakikatnya dia telah kufur sehingga jika wafat kelak
maka ia tidak berhak dishalatkan dan didoakan. Ini didasarkan pada
firman Allah SWT:
وَلا
تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَداً وَلا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ
إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
“Janganlah
kamu sekali-kali kamu menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara
mereka (yakni orang-orang munafiq) selamanya, dan janganlah kamu
berdiri (mendoakan) mereka di kuburnya! Sesungguhnya mereka itu
hakikatnya telah kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam
keadaan fasiq.” (QS. Al-Tawbah/9: 84).
12.04
DATA PROFIL PANTI ASUHAN
Written By pa-ponpes-muhammadiyah-madiun on Desember 01, 2014 | 12.04
DATA PROFIL
PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH KOTA MADIUN PER DESEMBER 2014
DATA
UMUM
Nama
AUM Sos (Panti Rumah Singgah, Bakesoso, Santunan Keluarga, Asuhan Keluarga)
|
:
|
Panti
Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Kota madiun (Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Kota
Madiun )
|
Alamat
|
:
|
1.
Kantor Pusat
& Asrama I : Jl. Merbabu No 26 kota Madiun, RT 06 RW 03 Kel.
Pangongangan Kec. Manguharjo Kode Post 63212
2.
Asrama II : Jl. Joiranan No. 25 Kota Madiun
3.
Asrama III : Jl. Trengguli No. 18 B Kota
Madiun
|
Telepon/fax
|
:
|
(0351)
453920, 459416, 468688
|
WhatsApp
|
087758643881
|
|
Pin BB
|
7D191CC3
|
|
Website
|
:
|
2. Mbshamka.id
|
Email
|
:
|
2.
Pa.ponpes.muh@yahoo.com
|
Facebook
|
:
|
|
Twitter
|
:
|
@paponpesmuhmdn
|
Nama
bank dan Nomor rekening
|
:
|
1.
Bank BRI Cab. Madiun Rek. 0045-01-0058-40-50-0
2.
Bank Muamalat Cab. Madiun Rek. 0204554259
3.
Bank BNI Rek 032879045
4.
Bank Syariah Mandiri Rek. 2600011851
a/n Panti Asuhan
Muhammadiyah Madiun
|
DATA
PENGURUS
1.
Ketua/mudir : Drs. Suyono, M.Pd
Alamat : Jl. Puntuk No 25 Kota Madiun
Tlp. : (0351) 7786615-081359807156
Fb/Twitter : suyono drs
Email : suyono@yahoo.com
2.
Sekretaris :
Sdr. Usman Thomas,S.Pd
Alamat : Jl. Merbabu No. 26 Kota Madiun
Tlp. : 085730437691
Fb : usman thomas
Email : usmanthomas@yahoo.co.id
3.
Bendahara I :
Ibu Sri Widyawati
Alamat : Jl. Pacarsari No. 7 Kota Madiun
Tlp : (0351) 496070 – 08785810187
Fb : Sri Widawati
4.
Bendahara II :
Ibu Mujiati
Alamat : Niti Nogoro No. 9 Demangan Kota Madiun
Tlp. : (0351) 7738100
5.
Kepala Asrama Putri 1 : Ust. Rosyid Anwaruddin,S.PdI
Alamat : Jl. Merbabu No. 26 Kota Madiun
Tlp. : 081359360010
Fb : abu rozan
6.
Kepala Asrama Putri 2 : Ust. Mohammad Hafizuddin
Alamat : Jl. Joiranan No. 25 Kota madiun
Tlp : 081335519971
7.
Kepala Asrama Putra : Ust. Rokhani Hidayat, S.T
Alamat : Jl. Trengguli No. 18 B Kota
Madiun
Tlp. : 03517713610
Fb : Rokhani Hidayat
DATA
PELAYANAN
Pengasuh
|
|||
Jumlah pengasuh
|
Jenis Kelamin
|
Pendidikan
|
Ketrampilan Khusus
|
12
0rang
|
Laki-laki
8 Orang
Perempuan
4 orang
|
SMA/MA
S1
|
|
Layanan
Dasar
|
|||
pendidikan
|
Kesehatan
|
Keagamaan
|
Ketrampilan Hidup
|
Pendidikan
untuk anak asuh disekolah formal baik tingkat SD/MI/, SMP dan SMA
Muhammadiyah di kota Madiun. Selain itu bagi anak yang berkomitmen terhadap
muhammadiyah Madiun diberi kesempatan selanjutkan pendidikan si Sekolah
Negeri atau melanjutkan S1
|
Layanan
kesehatan untuk anak asuh ini ditangani langsung oleh Rumah Sakit Siti
Aisyiah Madiun
|
Layanan
ini berupa pemberian materi pelajaran keagamaan yang diadakan secara rutin
dan terprogram
|
Pemberian
bekal ketrampilan hidup dengan diberikan praktek langsung kewirausahaan dan
dagang di warung panti asuhan muhammadiyah Madiun
|
PROGRAM
UNGGULAN
1
|
Nama
|
Mendirikan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof. Hamka Poncowati Demangan Kota Madiun
|
Mulai tahun
|
2012
|
|
Pihak yang terlibat
|
PDM Kota Madiun,
Majlis pelayanan Sosial (MPS),
Majlis Dikdasmen, Majlis Tarjih -PDM
Kota Madiun, Donatur
|
JUMLAH
ANAK ASUH
Sub Total
|
Dalam panti
|
Luar panti
|
Jumlah Total
|
||
Laki-laki
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
perempuan
|
||
33
|
31
|
-
|
-
|
64
|
|
PENDIDIKAN
ANAK ASUH
NO
|
SEKOLAH
|
KELAS
|
JML
|
KET
|
|||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
||||
1.
|
MI/SD Muhammadiyah
|
1
|
1
|
2
|
4
|
L:4 P:0
|
|||
2.
|
SMP
Muhammadiyah
|
10
|
7
|
6
|
_
|
_
|
_
|
23
|
L:7 P:16
|
3.
|
SMA
Muh/SMKN 1/MAN 1
|
_
|
_
|
_
|
41
|
L: 11 P:15
|
|||
4.
|
Perguruan
Tinggi
|
_
|
_
|
_
|
_
|
_
|
4
|
L:3 P:0
|
|
JUMLAH
|
64
|
||||||||
KEKAYAAN
ASET
JENIS
|
NILAI (Rp)
|
|
Tanah
|
:
|
2 Milyar
|
Gedung
|
:
|
-
|
Tabungan
|
:
|
180
Juta
|
Piutang
|
:
|
-
|
Utang
bank
|
:
|
696
Juta
|
Harta
bergerak
|
:
|
40
Juta
|
KEPEMILIKAN
Sertifikat
hak milik/Akta Wagaf
|
1.
2 lahan sertifikat hak milik
2.
2 lahan sertifikat akta waqaf
|
Legalitas
AUM SOS
|
1.
Muhammadiyah : Piagam pendirian AUM Nomor :
04/XIII/15/PA/88
2.
Dinas Sosial :
a. STPU Prov
Jatim No.
406/060/102.006/STPU/ORS/2010
b. Dinsos Kota
Madiun No. 466.4/2958/041.108/2010
3.
Akta Notaris M. liliana Handijo S.H tanggal 6
Juli 1982 No. 15 diperbaharui damayanti Rosita Tanggal 5 januari 2009 No. 02
|
MITRA KERJA
1.
|
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Madiun
|
2.
|
PDA Kota Madiun
|
3.
|
PCM dan Ortom sekota Madiun
|
4.
|
MPS-PDM Kota Madiun
|
5.
|
RSI Siti Aisiyah Madiun
|
6.
|
SD Muhtadi
|
7.
|
MI Muhammadiyah Kota Madiun
|
8.
|
SMP Muhammadiyah Kota Madiun
|
9.
|
SMA Muhammadiyah Kota Madiun
|
10.
|
STISIP Muhammadiyah Kota Madiun
|
11.
|
Lazismu PDM Kota Madiun
|
12.
|
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
|
13.
|
Pamkot Kota Madiun
|
14.
|
Bank Muamalat dan perbankan lainnya
|
15.
|
Bazis Kota Madiun
|
16.
|
Pertokoan dan
Rumah Makan
|
17.
|
Lembaga pendidikan
kota madiun
|
18.
|
Donatur
|
PRESTASI
lEMBAGA
|
|
1
|
Juara harapan II orsos berprestasi tingkat Jawa Timur
2012
|
2
|
Masuk 6 besar Orsos berprestasi Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2007/2008
|
Prestasi anak asuh pada tahun 2014
|
|
1
|
Peraih mendai emas Porkot Kota Madiun 2014 atas nama
Agung Rahayu
|
2
|
Peraih mendai emas Porkot Kota Madiun 2014 atas nama
Olifati Isnaini
|
3
|
Peraih mendai perak Porkot Kota Madiun 2014 atas nama
Putra mahardika
|
4
|
Peraih mendai perak Porkot Kota Madiun 2014 tim Voly
putri tingkat SMP
|






