Diberdayakan oleh Blogger.
ASRAMA UPTODATE
10.58
Sejarah panti Asuhan dan Pondok pesantren Muhammadiyah madiun
Written By pa-ponpes-muhammadiyah-madiun on November 08, 2012 | 10.58
Eksistensi
Muhammadiyah sebagai gerakan sosial-keagamaan semakin kokoh seiring dengan
semakin bertambahnya usia gerakan ini. Hal ini bisa dilihat, misalnya dari
banyaknya lembaga pendidikan dan amal
usaha lainnya yang dimiliki Muhammadiyah di berbagai bidang. Di luar
persoalan itu, Muhammadiyah kini menghadapi satu tantangan yang cukup berarti
terutama berkaitan dengan bagaimana melakukan reformulasi doktrin-doktrin
ajaran yang selama ini berkembang di kalangan Muhammadiyah. Reformulasi itu
menjadi penting mengingat konteks yang dihadapi oleh Muhammadiyah sekarang jauh
berbeda dengan konteks yang dihadapi di masa lalu. Terlebih sebagai gerakan
dakwah, maka tantangan itu menjadi semakin kompleks dan perlu dilakukan
langkah-langkah cerdas untuk mengantisipasinya.
Muhammadiyah
adalah sebuah state of mind yang
menggerakkan sekian banyak aktifitas. Karena itu, pada dasarnya seluruh
aktifitas Muhammadiyah selalu didasarkan pada basis pemikiran yang matang dan
terarah. Demikian juga dalam bidang keagamaan, doktrin Muhammadiyah selalu
didasarkan pada perpaduan antara rasionalisme dan tekstualisme. Perpaduan
inilah yang pada gilirannya melahirkan dinamika pemikiran dalam Muhammadiyah.
Sayangnya, akhir-akhir ini sering muncul kritik bahwa Muhammadiyah cenderung
mandek dalam melakukan pembaharuan pemikiran seperti yang pernah terjadi di
masa lalu
Dengan berbijak pada al-Quran surat al Ma’un ayat 1-3 artinya, “ Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan
agama, yaitu orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak mau memberi makan
orang-orang miskin”. Menginspirasi K.H Ahmad Dahlan melalui persyarikatan Muhammadiyah mendirikan panti asuhan guna menyantuni kaum
mustadaafun, dan pada perkembangan
berikutnya di pimpinan Muhammadiyah tingkat daerah juga banyak mendirikan amal
usaha di bidang sosial yang juga merupakan apresiasi atas pemahaman
terhadap surat al quran diatas
Kelahiran Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Madiun merupakan salah satu
Amal Usaha Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun. Panti
Asuhan dan Pondok
Pesantren Muhammadiyah Madiun berdiri
sebagai wujud kepedulian Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Madiun dalam menghadapi permasalahan sosial yang terjadi dan berkembang dalam
kehidupan masyarakat. Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah
Madiun berdiri untuk membantu mengurangi beban masyarakat terutama masalah
kemiskinan dan kebodohan. Perhatian utama dari Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Madiun adalah
masalah pendidikan anak-anak. Untuk itu
Panti Asuhan dan Pondok Pesantren
Muhammadiyah Madiun memberi bantuan kepada masyarakat marginal (du’afa,
mustada’afun, fuqara, masakin) untuk menitipkan anak-anaknya di Panti
Asuhan dan Pondok
Pesantren Muhammadiyah Madiun yang nanti
akan di didik, di bina dan disekolahkan oleh Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Madiun
Perhatian utama dari Panti Asuhan
dan Pondok
Pesantren Muhammadiyah Kota Madiun terhadap anak-anak ialah masalah
pendidikan, yang meliputi pendidikan umum dan pendidikan agama. Selain itu Panti
Asuhan dan Pondok
Pesantren Muhammadiyah Madiun juga
menanggung semua biaya hidup dan kebutuhan anak-anak selama menjadi anak asuh
di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren
Muhammadiyah Kota Madiun. Selain pendidikan umum
dan agama, anak-anak asuh juga diberi pelatihan-pelatihan ketrampilan tersebut diharapkan dapat menjadi
bekal kelak jika anak asuh sudah lulus dari pendidikan di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Kota Madiun
Panti Asuhan dan Pondok Pesantren
Muhammadiyah Kota Madiun berdiri pada bulan Agustus 1981 atas prakarsa ( alm )
drg. Hj. Kresno, ( alm ) Bpk/ Ibu Muslimin, Ibu Hj. Oesman, Bpk/ Ibu Syakuri,
Bpk/ Ibu Sastro Darmodjo. Pada awal berdiri Panti Asuhan dan Pondok Pesantren
Muhammadiyah Kota Madiun bernama Panti Asuhan Yatim Piatu (PAYP) Muhammadiyah
Madiun yang lokasinya di Jl. Merbabu (depan dawet suronatan) dengan cara
menyewa, selain itu menempati rumah di Gang Muria. Kemudian pada tahun 1990-an
pengelola panti membeli gedung di Jl. Merbabu No. 26 kota Madiun kemudian gedung
tersebut direnovsi total dan dipergunakan sebagai asrama putra. Untuk asrama
putri menempati rumah wakaf di jalan Joiranan No. 25 Kota Madiun. Kemudian pada
tahun 2009-2011 memanfaatkan tanah wakaf di jalan Trengguli No. 18 B dibangun
asrama III dan dipergunakan untuk asrama putra. Kemudian kepengurusan panti
secara turut temutut dipimpin oleh drg. Kresno kemudian digantikan oleh H.
Suwoto (Pegawai Depag Kota Madiun), pada tahun 2000-an dipimpin oleh Ir. Saadi
Sarbini, pada tahun 2005 di pimpin oleh bapak Nur Sofyan, selanjutnya pada
tahun 2007 kepempinan dipegang oleh Drs. Suyono, M.pd. dan pada periode
berikutnya tahun 2010-2015 masih diamankahkan kepada Drs. Suyono, Mpd
Dinamika perkembangan panti
asuhan muhammadiyah menunjukkan perkembngan yang signifikan yakni di mulai pada
tahun 2009 dengan memberoleh proyek dari kementrian pertanian untuk mendirikan
unit usaha jamur tiram. Kemudian pada tahun 2010 dirintis
unit usaha warung makan HATMI dan sampai sekarang Alhamdulillah berkembang
pesat dengan total asset penjualan setiab bulan 1 Juta. Dan di tahun 2011 diresmikannya asrama putra jalan trengguli 18
B yang pembangunannya dimulai tahun 2008 yang menghabiskan dana sebesar kurang
lebih 450 juta. Kemudian berdasarkan program jangka panjang berencana mendirikan
komplek panti asuhan dan pondok pesantren (Muhammadiyah Boarding school) yang
sampai saat ini berencana membebaskan lahan seluas 3175M2 di jalan poncowati
(belakang crop polisi Militer Madiun).
Maka untuk itu kami mohon dukungannya
bapak/ibu/saudara/i atau dermawan sekalian untuk mewujudkan cita-cita tersebut
yang rencana pembangunannya menghabiskan dana sebesar 2.5 Milyar. Kami membuka
infaq, shadaqoh, donasi, wakof tunai/kridit untuk pembebasan lahan per 1 M 200
ribu. Untuk itu mari berfastabiqul qhairot untuk memperolih surganny Allah
dengan membantu pembangunan panti asuhan, segera hubungi kantor pusat kami di
JL. MERBABU NO 26 KOTA MADIUN kode pos 63121 tlp. 0351-453920 atau hub
085755563295 a/n Arif Sugianto. Demikian sejarah singkat dari lembaga kami,
atas berkenannya sowan kami ucapkan terimakasih banyak. pnl_giea503
Labels:
LIPUTAN PONDOK
00.18
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BOJONEGORO Jl. Teuku Umar No. 48, Bojonegoro Telp. 0353-885403, 881198; Fax. 0353-885403
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA SURABAYA Jl. Sutorejo (Labansari) 73-77 Surabaya 60113; Telp./Fax. 031-3824240 Email: muhammadiyahsurabaya @gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SUMENEP Jl. Urip Sumoharjo No. 14 Pabian Sumenep; Telp./Fax. 0328-662797 Email: info@smamutu-smp.sch.id
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PAMEKASAN Jl. Kamboja 25, Pamekasan 69313 Telp./Fax. 0324-322754
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BANGKALAN Jl. KHM Kholil No. 31, Bangkalan Telp. 031-3097051
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB JOMBANG Jl. Dr Soetomo No. 15, Jombang 61419 Telp. 0321-874589, 861210
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA KEDIRI Jl. Urip Sumoharjo No. 110, Kediri Telp. 0354-687063 Email: pdm.kota.kediri@gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PONOROGO Jl. Jawa No. 38 Mangkujayan, Ponorogo 63411, Telp./Fax. 0352-481680 E-mail: mentari_reog@plasa.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PASURUAN Jl. Alun-alun Timur No. 2 Bangil 67153 Telp. 0343-478714
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB NGAWI Jl. KHA Dahlan No. 26 Ngawi Telp. 0351-747300
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TRENGGALEK Jl. Sunan Kalijogo No. 1, Trenggalek Telp. 0355-794907, 791449; Fax. 0355-793426
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB LUMAJANG Jl. Imam Suja’I No.17 Lumajang Telp. 0334-7700009; 881409; Fax. 0334-894134; 890423
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB LAMONGAN Jl. Lamongrejo No. 109-111, Lamongan 62213; Telp. 0322-321130; Fax. 0322-322075 Email: info@pdmlamongan.org
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB NGANJUK Jl. Prof Gondowardoyo No. 5, Nganjuk Telp./Fax. 0358-322507
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BANYUWANGI Jl. Adi Sucipto No. 14 Banyuwangi Telp./Fax. 0333-423080, 427425
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MAGETAN Jl. MH Thamrin No. 18, Magetan 63314 Telp. 0351-895822, 895164; Fax. 0351-892580
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BLITAR Jl. Ir. Sukarno No. 38 Kota Blitar, Jawa Timur Telp. 0342- 807516; Fax. 0342-805948
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TUBAN Jl. Pramuka I/10 Tuban 62313 Jawa Timur Telp. 0356-332972 / 0356-321334, 323610; Fax. 0356-323610
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PROBOLINGGO Jl. Letjend Suprapto No. 55 Kraksaan Probolinggo 67282 Jawa Timur (CP: M. Rudy Bachtiar: 085258046100 / 0335-612874) Telp. 0335-841010, 846490; 842207; Fax. 0335-846490
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MALANG Jl. Gajayana No. 28-B, Malang 65144 Telp. 0341-567322, 567426; Fax. 0341-567322
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SITUBONDO Jl. Basuki Rahmat 221 Situbondo 68322 Telp./Fax. 0338-672079
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB GRESIK Jl. KH. Wakhid Hasyim V/13 Gresik Telp. 031-3952484, 3970707, 5033586; Fax. 031-3952484, 3940216 Email: pdm_gresik@yahoo.or.id / pdpmgresik.wordpress.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TULUNGAGUNG Jl. RA Kartini No. 35, Kotak Pos 122 Tulungagung 66211 Telp. 0355-321205; Fax. 0355-321205
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB JEMBER Jl. Bondoyudo No. 7 Jember 68118 Telp./Fax. 0331-481912 Email: pdmjember@gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MOJOKERTO Jl. Mojopahit No. 473, Mojokerto 61321 Telp. 0321-322535, 323910; Fax. 0321-322535
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SAMPANG Jl. Durian 4-C, Sampang 69211 Telp. 0323-322184, 323588; Fax. 0323-321562
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SIDOARJO Jl. Majapahit No. 666 B Sidoarjo 61215 Telp. 031-8928323, 8921590, 8921591; Fax. 031-8949333 Email: www.pdmsidoarjo.org
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BONDOWOSO Jl. Mayjen Panjaitan No. 48 Bondowoso 66211 Telp. 0332-421950
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MADIUN Jl. Mastrip No 18 Madiun 63117 Telp./Fax. 0351-452316 Website://http.pd-muh-kt-mdn.blogspot.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PACITAN Jl. K Hamid Dimyati No. 19, Pacitan 63512 Telp/Fax. 0357-881742
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA PASURUAN Jl. KH Wachid Hasyim No. 72, Pasuruan 67114 Telp. 0343-412673; Fax. 0343-412673, 424638
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MALANG Jl. Raya Sengkaling No. 146, Malang 65151 Telp. 0341-462718
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB KEDIRI Jl. Tegalan No.90 Rt. 07 Rw. 02 Ngasem Kec. Gampengrejo Kediri 64182 Jawa Timur Telp. 0354-682893
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BATU Jl. Bukit Berbunga No. 175 Sidomulyo, Kota Batu Telp. 0341-591025, 594558
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO Jl. Sukarno-Hatta 94-B Probolinggo 67219 Telp. 0335-420354, 429277
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MADIUN d/a SMA Muhammadiyah 2 Geger, Jl. Lapangan Uteran, Kab Madiun Telp. 0351-366707; 7717182
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BLITAR Jl. Satrean, Desa Jatinom, Kanigoro, Blitar Telp. 0342-803568 / 805948, 801662; Fax. 0342-805948
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MOJOKERTO Jl. Raya Kembangsari, No. 54 Ngoro-Mojokerto 61385 Telp. 0321-6817231
Alamat Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Jawa Timur
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BOJONEGORO Jl. Teuku Umar No. 48, Bojonegoro Telp. 0353-885403, 881198; Fax. 0353-885403
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA SURABAYA Jl. Sutorejo (Labansari) 73-77 Surabaya 60113; Telp./Fax. 031-3824240 Email: muhammadiyahsurabaya @gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SUMENEP Jl. Urip Sumoharjo No. 14 Pabian Sumenep; Telp./Fax. 0328-662797 Email: info@smamutu-smp.sch.id
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PAMEKASAN Jl. Kamboja 25, Pamekasan 69313 Telp./Fax. 0324-322754
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BANGKALAN Jl. KHM Kholil No. 31, Bangkalan Telp. 031-3097051
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB JOMBANG Jl. Dr Soetomo No. 15, Jombang 61419 Telp. 0321-874589, 861210
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA KEDIRI Jl. Urip Sumoharjo No. 110, Kediri Telp. 0354-687063 Email: pdm.kota.kediri@gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PONOROGO Jl. Jawa No. 38 Mangkujayan, Ponorogo 63411, Telp./Fax. 0352-481680 E-mail: mentari_reog@plasa.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PASURUAN Jl. Alun-alun Timur No. 2 Bangil 67153 Telp. 0343-478714
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB NGAWI Jl. KHA Dahlan No. 26 Ngawi Telp. 0351-747300
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TRENGGALEK Jl. Sunan Kalijogo No. 1, Trenggalek Telp. 0355-794907, 791449; Fax. 0355-793426
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB LUMAJANG Jl. Imam Suja’I No.17 Lumajang Telp. 0334-7700009; 881409; Fax. 0334-894134; 890423
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB LAMONGAN Jl. Lamongrejo No. 109-111, Lamongan 62213; Telp. 0322-321130; Fax. 0322-322075 Email: info@pdmlamongan.org
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB NGANJUK Jl. Prof Gondowardoyo No. 5, Nganjuk Telp./Fax. 0358-322507
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BANYUWANGI Jl. Adi Sucipto No. 14 Banyuwangi Telp./Fax. 0333-423080, 427425
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MAGETAN Jl. MH Thamrin No. 18, Magetan 63314 Telp. 0351-895822, 895164; Fax. 0351-892580
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BLITAR Jl. Ir. Sukarno No. 38 Kota Blitar, Jawa Timur Telp. 0342- 807516; Fax. 0342-805948
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TUBAN Jl. Pramuka I/10 Tuban 62313 Jawa Timur Telp. 0356-332972 / 0356-321334, 323610; Fax. 0356-323610
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PROBOLINGGO Jl. Letjend Suprapto No. 55 Kraksaan Probolinggo 67282 Jawa Timur (CP: M. Rudy Bachtiar: 085258046100 / 0335-612874) Telp. 0335-841010, 846490; 842207; Fax. 0335-846490
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MALANG Jl. Gajayana No. 28-B, Malang 65144 Telp. 0341-567322, 567426; Fax. 0341-567322
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SITUBONDO Jl. Basuki Rahmat 221 Situbondo 68322 Telp./Fax. 0338-672079
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB GRESIK Jl. KH. Wakhid Hasyim V/13 Gresik Telp. 031-3952484, 3970707, 5033586; Fax. 031-3952484, 3940216 Email: pdm_gresik@yahoo.or.id / pdpmgresik.wordpress.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB TULUNGAGUNG Jl. RA Kartini No. 35, Kotak Pos 122 Tulungagung 66211 Telp. 0355-321205; Fax. 0355-321205
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB JEMBER Jl. Bondoyudo No. 7 Jember 68118 Telp./Fax. 0331-481912 Email: pdmjember@gmail.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MOJOKERTO Jl. Mojopahit No. 473, Mojokerto 61321 Telp. 0321-322535, 323910; Fax. 0321-322535
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SAMPANG Jl. Durian 4-C, Sampang 69211 Telp. 0323-322184, 323588; Fax. 0323-321562
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB SIDOARJO Jl. Majapahit No. 666 B Sidoarjo 61215 Telp. 031-8928323, 8921590, 8921591; Fax. 031-8949333 Email: www.pdmsidoarjo.org
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BONDOWOSO Jl. Mayjen Panjaitan No. 48 Bondowoso 66211 Telp. 0332-421950
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA MADIUN Jl. Mastrip No 18 Madiun 63117 Telp./Fax. 0351-452316 Website://http.pd-muh-kt-mdn.blogspot.com
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB PACITAN Jl. K Hamid Dimyati No. 19, Pacitan 63512 Telp/Fax. 0357-881742
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA PASURUAN Jl. KH Wachid Hasyim No. 72, Pasuruan 67114 Telp. 0343-412673; Fax. 0343-412673, 424638
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MALANG Jl. Raya Sengkaling No. 146, Malang 65151 Telp. 0341-462718
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB KEDIRI Jl. Tegalan No.90 Rt. 07 Rw. 02 Ngasem Kec. Gampengrejo Kediri 64182 Jawa Timur Telp. 0354-682893
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BATU Jl. Bukit Berbunga No. 175 Sidomulyo, Kota Batu Telp. 0341-591025, 594558
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO Jl. Sukarno-Hatta 94-B Probolinggo 67219 Telp. 0335-420354, 429277
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MADIUN d/a SMA Muhammadiyah 2 Geger, Jl. Lapangan Uteran, Kab Madiun Telp. 0351-366707; 7717182
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB BLITAR Jl. Satrean, Desa Jatinom, Kanigoro, Blitar Telp. 0342-803568 / 805948, 801662; Fax. 0342-805948
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KAB MOJOKERTO Jl. Raya Kembangsari, No. 54 Ngoro-Mojokerto 61385 Telp. 0321-6817231
20.58
MUSIM HUJAN YANG DINANTI BANYAK ORANG
Written By pa-ponpes-muhammadiyah-madiun on Oktober 25, 2012 | 20.58
HUJAN
![]() |
| ilustrasi hujan deras |
Bagi Kang Karmin, hujan merupakan karunia Tuhan yang
tidak terhingga. Dalam doanya ia selalu berharap musim hujan akan lebih panjang
dari kemarau. Wajarlah kalau Kang Karmin menginginkan begitu, sebab ia hanyalah
petani tadah hujan. Sawahnya hanya sepetak di lereng gunung, di areal hutan
jati milik Perhutani yang telah gundul. Pantasnya mungkin bukan sawah tapi
tegalan. Ketika turun lapangan, kami mendapati hampir semua warga desanya mengatakan
bahwa problem utama saat kemarau adalah air. Membuat sumur terlalu mahal bagi
mereka karena kedalamannya bisa puluhan meter. Itupun belum tentu sumber airnya
besar. Mengandalkan kali yang melintasi desa mereka juga tidak bisa, sebab
semuanya pada kering. "Satu-satunya yang bisa diharapkan ya hujan
mas" kata Kang Karmin saat itu.
Sekaranglah musim yang dinantikan oleh Kang Karmin dan
para tetangganya. Dalam hatinya terbetik kesempatan di mana ia bisa menanami
tegalnya dan memberi minum sapi-sapi piarannya dengan leluasa. Tetapi bapak
tiga anak ini mungkin tidak pernah menyangka kalau hujan yang turun saat ini demikian
padat dan disertai angin kencang.
Menurut ramalan cuaca, itu adalah siklus dua lima
tahunan, akibat dari badai yang terjadi di Australia. Kang Karmin lagi-lagi
juga tidak bisa bercocok tanam. Rembesan air dari atas gunung demikian deras tidak
bisa dibendung, karena hutan pelindung yang berfungsi sebagai penyerap air tidak
ada lagi. Yang terjadi adalah banjir bandang disertai tanah longsor. Kang
karmin dan para tetangganya sekarang sibuk menyelamatkan keluarga, mengungsi ke
tempat yang lebih aman. Ia hanya menunggu bencana ini kan cepat berlalu.
"Kalau alam sudah bicara, apalah kuasa kita?" katanya setengah putus
asa.
Terkadang ia ingin menghujat nasib. Mengapa ia yang telah
miskin kok justru harus menanggung bencana begini? Tetapi ia teringat Kyai
Shobirin di musholla pernah mengajarinya tentang prasangka baik pada Tuhan.
"Min" kata pak Kyai, "hidup ini akan
berjalan seperti apa yang kita gambarkan dalam pikirkan kita"
"Nyuwun sewu, Kyai. Apa maksudnya?" sela
Kang Karmin
"Kalo hidup ini kita bayangkan enak, maka insyaallah
apa yang kita alami akan enak".
"Pangapunten, Kyai. Saya belum
mengerti".
"Begini, Min" jelas pak Kyai, "hidup ini
kan ada yang mengatur yaitu Gusti Allah. Dan Dia mengatur hidup ini seperti
yang dipikirkan oleh hamba-Nya. Kalau si hamba berpikiran positif terhadap
Tuhan dan hidup ini, ya.. insyaallah hidupnya akan berjalan positif,
begitu juga sebaliknya.."
"Jadi… kalau
kita berpikiran Gusti Allah itu baik, maka kesengsaraan yang kita alami itu
akan terasakan sebagai wujud kebaikan-Nya, begitu Kyai?"
"Minimal, rasa sakit akibat kesengsaraan tadi tidak
menjadikan kita putus asa"
"Sekarang saya paham, Kyai" kepala Kang Karmin
sambil mantuk-mantuk
"Hidup ini tergantung bagaimana kita menyikapinya,
Min" lanjut Kyai desa ini, "dan sikap itu terbentuk dari kualitas
cara pandang kita terhadap Tuhan: positifkah atau negatif. Dan begitulah
jadinya… karena Tuhan sendiri pernah bicara: Aku seperti apa yang disangkakan
hamba-Ku kepada-Ku…"
Tiba-tiba Kang Karmin tersadarkan dari lamunannya oleh
suara gaduh dua anaknya yang berebut sebungkus nasi hingga tumpah berceceran.
Bu Karmin memarahi keduanya sambil mengingatkan pentingnya sebungkus nasi di
pengungsian. Kang Karmin bangkit dari duduk karena tertarik pada photo di koran
pembungkus nasi. Dipungut dan dengan kemampuan yang terbatas ia membacanya.
Dari situ tahulah dia bahwa kejadian yang dialami sekarang ini juga menimpa
penduduk yang lain, di desa yang lain, di daerah yang lain, di belahan
Indonesia yang lain. Semuanya tersapu banjir bandang atau tertimbun tanah
longsor.
Tragisnya, ternyata peristiwa seperti ini sudah menjadi
rutinitas tahunan. Langganan di musim hujan. Dan semuanya tidak bisa (atau
pantasnya: tidak mau) berbuat apa-apa. Pemerintah sibuk sendiri dengan kekuasaan
dan birokrasinya yang mbulet, hingga tidak sempat (menyempatkan diri) untuk
merencanakan penanggulangan banjir sebelum musim hujan tiba. Mereka cenderung
menyalahkan terjadinya deforestasi (penggundulan hutan) tanpa pernah berhasil
menangkap pelakunya, apalagi melakukan reboisasi. Wakil rakyat sibuk sendiri
dengan kepentingan politik-ekonominya, hingga tidak lagi sensitif dengan
kesejahteraan dan keselamatan pemilihnya. Tokoh dan gerakan keagamaan hanya
mampu menunjukkan agama sebagai jalan kesabaran yang pasif tanpa pernah menjadikannya
sebagai sumber aksi kongkret pemberdayaan masyarakat dalam mengantisipasi
bencana langganan ini. Semuanya mandul. Karena ternyata dalam rutinitas musim
hujan ini semuanya telah terbenam dalam fatalisme yang diciptakannya
sendiri.
Kang Karmin jadinya merasa bersalah telah mengharap hujan
turun lebih lama. "Kalaulah tahu begini banyak orang sengsara, saya
mungkin tidak akan begitu getol meminta hujan!" katanya lugu. Tetapi, pantaskah
Kang Karmin merasa bersalah? Tentu ia tidak pantas merasa begitu karena ia
bukanlah termasuk orang yang menggunduli hutan di desanya, walaupun polisi
hutan sering menuduh warga desa sebagai pelakunya. Begitulah kearifan orang
desa yang teramat jauh untuk dimiliki oleh kita yang telah berkubang dalam
materialisme dan hedonisme. Dalam kesengsaraannya, Kang Karmin masih mampu
menunjukkan empatinya pada orang lain.[]
Labels:
CERITA INSPIRATIF
11.01
MENYELAMI MAKNA QURBAN
![]() | |||
| Hewan Ternak yang siap dikorbankan |
"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia
adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan
sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik"
Idul Adha merupakan hari besar umat Islam setelah Idul Fitri, pada hari
tersebut umat Islam sedunia mengumandangkan takbir mengakui akan
kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam, manusia dan segala isinya.
Idul Adha yang dirayakan setiap tahun, pastinya akan mengingatkan pada
seseorang yang mempunyai keimanan yang luar biasa, penyabar dan
senantiasa bertawakkal secara total kepada Allah Swt, sosok itu adalah
Nabi Ibrahim As, bapak agama monotheisme yang selalu dijunjung
tinggi oleh agama Islam, Yahudi dan Nasrani. Ibrahim As hidup di
tengah-tengah masyarakat yang menyembah patung dan berhala, di tengah
kondisi budaya masyarakat seperti itu, Ibrahim As dengan akal sehatnya
senantiasa berusaha mencari hakekat kebenaran dengan melakukan berbagai
renungan dan refleksi terhadap budaya yang ada di sekitarnya, dia sama
sekali keluar dari pengaruh cara berfikir masyarakat kala itu.
Dalam proses pencarian kebenaran tersebut, Ibrahim As sampailah pada
titik keyakinan yang benar bahwa Tuhan adalah Yang Maha Kuasa, Maha Esa,
Maha Tak Terhingga, Dia lah Tuhan yang telah menciptakan alam ini
beserta segala isinya sekaligus mengaturnya, dan tentu saja secara tidak
langsung telah menasakh (menghapus) keyakinan atas berhala-berhala yang sedang disembah oleh bapak dan masyarakatnya saat itu.
Hal tersebut terekam dalam firmannya dalam Surah Al An’am ayat 74 – 79:
dan
(ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah
kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku
melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” dan Demikianlah
Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (kami yang
terdapat) di langit dan bumi dan (kami memperlihatkannya) agar Dia
Termasuk orang yang yakin. ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah
bintang (lalu) Dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu
tenggelam Dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”
kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: “Inilah Tuhanku”.
tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: “Sesungguhnya jika
Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang
yang sesat.” kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata:
“Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu
terbenam, Dia berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari
apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada
Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama
yang benar, dan aku bukanlah Termasuk orang-orang yang mempersekutukan
tuhan.
Nabi Ibrahim As telah meletakkan landasan-landasan agama yang
mengesakan Tuhan (kebenaran yang hakiki), karenanya ditegaskan oleh
Alquran, bahwa Ibrahim As bukanlah seorang Yahudi, dan bukan pula
seorang Nasrani, tetapi Ibrahim As adalah orang yang hanif (lurus) dan dia juga seorang muslim
(yakni orang yang senantiasa pasrah menyerahkan dirinya kepada Tuhan)
dan yang terpenting bahwa Ibrahim As bukanlah seorang yang musyrik.
Sebagaimana firman Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 67:
Ibrahim
bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia
adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan
sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik.
Hari Raya Idul Adha selain disebut sebagai Hari Raya Haji juga dikenal
dengan Hari Raya Qurban. Ibadah Qurban bermula ketika Allah Swt
memerintahkan kepada Nabi Ibrahim As melalui mimpi untuk menyembelih
putera kesayangannya Ismail yang diceritakan dalam surah Ash Shaffat
ayat 100 – 111 sebagai berikut:
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk
orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang
anak yang Amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup)
berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya
aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk
orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan
Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran
keduanya). dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu
telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi
Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini
benar-benar suatu ujian yang nyata. dan Kami tebus anak itu dengan
seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian
yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (yaitu)
“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi
Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia Termasuk
hamba-hamba Kami yang beriman.
Ujian yang sangat berat tersebut pun sanggup dilalui oleh Ibrahim As
dengan penuh kepasrahan demi kecintaannya kepada Allah Swt. Ibrahim As
telah berani berjihad guna melawan kemauan dan egoisme diri, yang sering
kali menguasai setiap hati manusia. Di tengah-tengah kepasrahan Nabi
Ibrahim As untuk menyembelih putra idamannya tersebut, Allah Swt pun
mengutus Malaikat-Nya turun ke bumi untuk menggantikan Ismail yang akan
disembelih dengan domba sembelihan. Kemudian dari cerita dan peristiwa
yang dialami Ibrahim As tersebut tradisi qurban terus menerus dilakukan
hingga zaman sekarang.
Dalam konteks ini, mimpi Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anaknya,
Ismail, merupakan sebuah ujian Tuhan, sekaligus perjuangan maha berat
seorang Nabi yang diperintah oleh Tuhannya melalui malaikat Jibril untuk
mengurbankan anaknya. Peristiwa itu harus dimaknai sebagai pesan
simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan
seorang Ibrahim As pada titah sang pencipta.
Qurban secara simbolik wujudnya adalah berupa hewan sembelihan yang
dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi sesungguhnya, yang sampai kepada
Allah Swt bukanlah daging dan darahnya, melainkan yang sampai kepada-Nya
hanyalah ketaqwaan. Allah Swt berfirman dalam surah Al Hajj ayat 37 :
Daging-daging
unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan)
Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah
Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah
terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada
orang-orang yang berbuat baik.
Dengan demikian, yang harus diqurbankan atau disembelih adalah
sifat-sifat kebinatangan sebagai lambang ketaatan untuk mendekatkan diri
kepada Allah Swt. Qurban bukan pula untuk “mengambil hati” yang Maha
Kuasa, Allah Swt tidak pernah tergantung dengan hamba-Nya, karena itu
Allah Swt tidak pernah mengharapkan akan darah dan daging hewan qurban
tersebut, tetapi yang dinilai adalah ketaatan, rasa syukur dan
keikhlasan untuk berqurban dan membagi harta dengan orang yang
memerlukan salah satunya lewat pembagian daging hewan qurban. Senada
dengan hal tersebut Ali Syari’ati (1997), mengemukakan bahwa ritual
qurban bukan cuma bermakna bagaimana manusia mendekatkan diri kepada
Tuhannya, akan tetapi juga mendekatkan diri kepada sesama, terutama
mereka yang miskin dan terpinggirkan.
Dengan berqurban, kita mendekatkan diri kepada mereka yang fakir. Bila
Anda memiliki kenikmatan, Anda wajib berbagi kenikmatan itu dengan orang
lain. Bila Anda puasa, Anda akan merasa lapar seperti mereka yang
miskin. Ibadah qurban mengajak mereka yang mustadh’afiin untuk merasakan
kenyang seperti Anda. Atas dasar spirit itu, peringatan Idul Adha dan
ritus qurban memiliki tiga makna penting sekaligus.
Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik.
Qurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang
pencipta, sekalipun dalam bentuk pengurbanan seorang anak yang sangat
kita kasihi. Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah melarang
kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, akan
tetapi tidak menunaikan perintah qurban. Dalam konteks itu, Nabi
bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi
terhadap sesama. Qurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan
sedekah yang disiapkan Islam untuk mengejewantahkan sikap kepekaaan
sosial itu. Ketiga, makna bahwa apa yang diqurbankan merupakan
simbol dari sifat tamak dan kebinatangan yang ada dalam diri manusia
seperti rakus, ambisius, suka menindas dan menyerang, cenderung tidak
menghargai hukum dan norma-norma sosial menuju hidup yang hakiki.
Penutup
Pesan Idul Adha (Qurban) juga ingin menegaskan dua hal penting yang terkandung dalam dimensi hidup manusia (hablun minannas). Pertama,
semangat ketauhidan, keesaan Tuhan yang tidak lagi mendiskriminasi ras,
suku atau keyakinan manusia satu dengan manusia lainnya. Di dalam nilai
ketauhidan itu, terkandung pesan pembebasan manusia dari penindasan
manusia lainnya atas nama apa pun. Kedua, Idul Adha juga dapat
diletakkan dalam konteks penegakan nilai-nilai kemanusiaan, seperti
sikap adil, toleran, dan saling mengasihi tanpa dilatarbelakangi
kepentingan-kepentingan di luar pesan profetis agama itu sendiri. Dalam
kesehariannya, spirit kemanusiaan yang seharusnya menjadi tujuan utama
Islam, dalam banyak kasus tereduksi oleh ritualisme ibadah-mahdah.
Seakan-akan agama hanya media bagi individu untuk berkomunikasi dengan
Tuhannya saja, yang terlepas dari kewajiban sosial-kemanusiaan.
Keberagamaan yang terlalu teosentris dan sangat personal tersebut, pada
akhirnya terbukti melahirkan berbagai problem sosial dan patologi
kemanusiaan di tengah-tengah kita.
sumber http://kalsel.muhammadiyah.or.id/artikel-menyelami-makna-qurban-detail-300.html
Labels:
Artikel
10.37
Kisah Nabi Musa dengan Seorang Pezina
Pada
suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung.
Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang
mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka
atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan
roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah
meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi
Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka
terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu
lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk.
Air matanya berderai
tatkala ia Berkata,
"Wahai
Nabi Allah. Tolonglah saya.
Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa
keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa
a.s. terkejut.
"Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun
terpatah bercerita,
"Saya... telah berzina.
"Kepala Nabi Musa
terangkat,hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan,
"Dari perzinaan itu
saya pun...lantas hamil.
Setelah anak itu lahir, langsung saya... cekik lehernya
sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa
berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik,
"Perempuan bejad,
enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena
perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena
jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam
rumah Nabi Musa.
Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi
hendak mengadu.
Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila
seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal
menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.
Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang
wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih
besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih
besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?"
Maka Nabi Musa dengan
penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
"Betulkah ada dosa yang
lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
"Ada!" jawab
Jibril dengan tegas.
" Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang
yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
Orang itu dosanya
lebih besar dari pada seribu kali berzina", jawab Jibril.
Mendengar
penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali
kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada
Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan
sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti
berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah
menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti
masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan
ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi
SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding
dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh
dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang
yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka
ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh
tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat
perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan
wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita
dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa
atuubuilaiik
Labels:
CERITA INSPIRATIF,
Kisah Hikmah
09.45
Berwudhu Menurut al-Quran dan as Sunnah Shohih
Tata-Cara Berwudhu
![]() |
| Ilustrasi Pelaksanaan Wudhu |
- Membaca basmalah pada permulaan wudhu, dengan niat yang ikhlas semata mata karena Allah swt. sesuai dengan hadis dari (HR an-Nasa’i)
- Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, hendaknya pada cela-cela jari tangan dibersihkan sebersih mungkin. [HR Muttafaq alaihi]
- Menggosok gigi dengan kayu arok atau sejenisnya. ( H.R. Malik, Ahmad dan an-Nasa’i).
- Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung dari telapak tangan sebelah kanan serta menyemburkanya kembali, yang masing-masing dilakukan tiga kali. Hal tersebut dilakukan, kecuali ketika berpuasa. [HR Muttafaq alaihi]
- Membasuh muka tiga kali dengan mengusap dua sudut mata, menggosok dan melebihkan dalam membasuhnya serta menyela-nyelai janggut. [HR Ahmad, dan lain-lain)]
- Membasuh kedua tangan sampai kedua siku dengan digosok tiga kali sambil menyelai jari-jari tangan dengan melebihkan dalam membasuh keduanya serta memulai dengan tangan sebelah kanan [HR Muttafaq alaihi]
- Mengusap ubun-ubun dan bagian atas sorban [mengusap kepala] dengan menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka kepala hingga tengkuk dan dikembalikan lagi pada permulaan kemudian mengusap kedua telinga sebelah luar dengan dua ibu jari dan sebelah dalam dengan kedua telunjuk [HR Muttafaq alaihi]
- Membasuh kedua kaki beserta mata kaki dengan melebihkan dalam membasuh keduanya, memulai dari yang kanan dan menyempurnakan dalam membasuhnya. [HR Muttafaq alaihi]
- Berdoa setelah berwudhu (HR Muslim) : Ayshadu an laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu Artinya : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya”.






