Diberdayakan oleh Blogger.
ASRAMA UPTODATE
12.38
Tazkyatun Nufus : Mensucikan Jiwa Dalam Ajaran KH Ahmad Dahlan رَحمَهُ اللهُ Part 1
Written By pa-ponpes-muhammadiyah-madiun on Januari 25, 2013 | 12.38
Mukaddimah
KRH Hadjid, alumnus Pondok
Pesantren Termas sekaligus murid termuda KH Ahmad Dahlan, menulis 7 falsafah
ajaran dan 17 kelompok ayat Al-Qur’an
yang menjadi pokok wejangan dan pelajaran dari pendiri Persyarikatan
Muhammadiyah kita. Beliau berkeyakinan bahwa berbagai kesulitan yang timbul
dalam masyarakat dapat diatasi dengan ketujuh falsafah tersebut sebagaimana
ketujuh belas kelompok ayat Al-Qur’an
dapat dijadikan sebagai pegangan pokok oleh para pewaris Muhammadiyah yang
tidak sedikit diantara mereka telah meninggalkan jiwa/ruhiyah Muhammadiyah itu
sendiri.[1]
Tujuh falsafah ajaran yang
dimaksud ialah; (1) Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali untuk
bertaruh: sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan?; (2)
Kebanyakan diantara manusia berwatak angkuh dan takabbur, mereka mengambil
keputusan sendiri-sendiri; (3) Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun,
sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi
kesenangan yang dicintai, maka kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk diubah.
Sudah menjadi tabiat, bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang
telah diterima, baik itu dari sudut keyakinan atau i’tikad, perasaan kehendak maupun amal
perbuatan. Kalau ada yang akan merubah, mereka akan sanggup membela dengan
mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki
adalah benar; (4) Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus
bersama-sama menggunakan akal fikirannya untuk memikirkan, bagaimana sebenarnya
hakekat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia
harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus
mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal i’tikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya,
mencari kebenaran sejati. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai
sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya.”Adakah engkau
menyangka bahwasanya kebanyakan manusia suka mendengarkan atau memikir-mikir
mencari ilmu yang benar.” Al-Furqan : 44;
Berikutnya, (5) Setelah
manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam, membaca
beberapa tumpuk buku…Sekarang, kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh
pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir kalau menetapi kebenaran,
akan terpisah dari apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan
terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata, banyak kekhawatiran itu yang
akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti
makhluq yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menempati kebenaran; (6)
Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan
jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah
pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yang
bodoh-bodoh dan lemah; (7) Pelajaran terbagi atas dua bagaian: belajar ilmu,
pengetahuan atau teori dan belajar amal, mengerjakan atau mempraktekkan. Semua
pelajaran harus dengan cara sedikit demi sedikit, setingkat demi
setingkat…Demikian juga dalam belajar amal, harus bertingkat. Kalau setingkat
saja belum dapat mengerjakan, tidak perlu ditambah.
Adapun 17 kelompok ayat
Al-Qur’an yang menjadi
pokok wejangan dan pelajaran dari pendiri Persyarikatan Muhammadiyah adalah
sebagai berikut; (1) Membersihkan diri sendiri, Al-Jâtsiyah ayat 23; (2)
Menggempur hawa nafsu mencintai harta benda, al-Fajr ayat 17-23; (3)
Orang yang mendustakan agama, al-Mâ’ûn ayat 1-7; (4) Apakah artinya agama itu, al-Rûm
ayat 30; (5) Islam dan sosialisme, al-Tawbah ayat 34-35; (6) Surat
al-‘Ashr ayat 1-3; (7) Iman/kepercayaan, al-‘Ankabût ayat 1-3; (8)
Amal sholeh, al-Kahf ayat 110 dan al-Zumar ayat 2[2];
(9) Wa tawâshaw bil haqq, Yûnus ayat 108, al-Kahf ayat 29, Muhammad
ayat 3, al-An’âm
ayat 116, al-Furqân ayat 44, al-Anbiyâ’ ayat 24, Yûnus ayat 32, al-Shaff ayat 9,
al-Baqarah ayat 147, al-Anfâl ayat 8, al-Isrâ’ ayat 81 dan al-Mu’minûn ayat 70; (10) Wa tawâshaw bish-shabri; (11)
Jihad, Âli ‘Imrân ayat 142; (12) Wa anâ minal muslimîn, al-An’âm ayat 162-163; (13)
Al-Birru, Âli ‘Imrân ayat 92; (14) Surat
al-Qâri’ah ayat 6-11; (15) Surat al-Shaff ayat 2-3; (16) Menjaga
diri, al-Tahrîm ayat 6; dan terakhir (17) Apakah belum waktunya, surat
al-Hadîd ayat 16.
Demikianlah
ketujuh falsafah ajaran dan tujuh belas kelompok ayat al-Qur’an yang selalu
ditekankan oleh Allâh Yarhamuhu KH Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya. Pada makalah tadabbur
al-Qur’an ini kami hanya
menyampaikan kelompok pertama yaitu “tazkyatun nufus”, bagaimana
seharusnya kita membersihkan diri/jiwa dalam ajaran Mu’assis/Pendiri
Persyarikatan Muhammadiyah kita ini.
[1]
KRH Hadjid, “Muqaddimah” dalam Budi Setiawan dan Arief Budiman Ch.
[Peny.] Pelajaran KHA Dahlan : 7 Falsafah Ajaran dan 17 Kelompok Ayat
Al-Qur’an [Yogyakarta : LPI PPM, 2006],
Cet. Ke-2, hal. 2-4
[2] KH Ahmad Dahlan diriwayatkan pula sering
menukil perkataan ahli hikmah berikut ini :
الناس كلهم
موتىَ إلا العلماء والعلماء متحيِّرون إلاالعاملون والعاملون على وجلٍ إلا
المخلصون
Labels:
ARTIKEL NEWS
11.33
Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
- Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar,
beraqidah Islam dan bersumber pada A-Quran dan As-Sunnah, bercita-cita dan
bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai
Allah Swt, untuk melaksanakan fungsi dan missi manusia sebagai hamba dari
khalifah Allah di muka bumi .
- Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah (Diinullah)
yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak N. Adam as, N. Nuh, N.
Ibrahim, N. Musa, N. Isa as dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah
dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin
kesejahteraan hidup materiil dan spirituil, duniawi dan ukhrowi .
- Muhammadiyah mengamalkan Islam berdsarkan :
a.
Al-Quran : Kitab
Allah yang diwahyukan kepada N. Muhammad saw .
b.
Sunnah Rasul : penjelasan dan
pelaksanaan ajaran-ajaran Al-Quran yang diberikan oleh N. Muhammad saw, dengan
menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
- Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam meliputi
bidag :
a.
Aqidah
b.
Akhlaq
c.
Muamalah diniawiyat,
1)
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah
dan khurafat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut Islam
2)
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan
berpedoman ajaran-ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan
manusia
3)
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah
saw, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia
4)
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya muamalat duniawiyat (pengolahan
dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta
menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah keppada Allah Swt.
- Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah
mendapat karunia Allah berupa Tanah Air yang mempunyai sumber-sumber
kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan UUD ’45, untuk berusaha bersama menjadikan suatu
negara yang adil dan makmur yang diridlAi Allah Swt :
“ BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN HGAFUUR “
Keputusan Tanwir Tahun 1969
Di Ponorogo
Catatan
:
Rumusan
Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah :
a.
Atas kuasa Tanwir Tahun 1970 di Yogyakarta
b.
Disesuaikan dengan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta .
Labels:
ARTIKEL NEWS
11.16
landasan Idiil Muhammadiyah
Muhammadiyah
itu Organisasi Islam (Al-Jam’iah Islamaiyah)
Maksud dan
Tujuannya :
“Menegakkan
dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan
makmur yang diridloi Allah Swt” (Muktamar ke-41 1985 di Surakarta)
`ä3tFø9ur
öNä3YÏiB
×p¨Bé&
tbqããôt
n<Î)
Îösø:$#
tbrããBù'tur
Å$rã÷èpRùQ$$Î/
tböqyg÷Ztur
Ç`tã
Ìs3YßJø9$#
4 y7Í´¯»s9'ré&ur
ãNèd
cqßsÎ=øÿßJø9$#
ÇÊÉÍÈ
“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar*;
merekalah orang-orang yang beruntung.”
(Q.S.3. Ali Imraan : 104)
*Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita
kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari
pada-Nya.
öNçGZä.
uöyz
>p¨Bé&
ôMy_Ì÷zé&
Ĩ$¨Y=Ï9
tbrâßDù's?
Å$rã÷èyJø9$$Î/
cöqyg÷Ys?ur
Ç`tã
Ìx6ZßJø9$#
tbqãZÏB÷sè?ur
«!$$Î/
3 öqs9ur
ÆtB#uä
ã@÷dr&
É=»tGÅ6ø9$#
tb%s3s9
#Zöyz
Nßg©9
4 ãNßg÷ZÏiB
cqãYÏB÷sßJø9$#
ãNèdçsYò2r&ur
tbqà)Å¡»xÿø9$#
ÇÊÊÉÈ
”kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah
orang-orang yang fasik.” (Q.S.3. Ali Imraan : 110)
Labels:
Artikel,
ARTIKEL NEWS

.jpg)